Perjanjian Pinjam – Pakai Mobil

December 3rd, 2013 No comments

Pada hari ini [..........] tanggal [.....] bulan [.........] tahun [...........] sudah ditandatangani perjanjian pinjam-pakai kendaraan antara*):

1. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT [....................], selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : [.....................................]
Jabatan : [.....................................]
Alamat : [.....................................]

Dalam hal ini bertindak atas nama untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak sepakat terlebih dahulu menerangkan:

PIHAK KEDUA adalah pegawai pada perusahaan PIHAK PERTAMA sesuai dengan surat pengangkatan No. [.....................] dengan jabatan terakhir sebagai [.....................].

Setiap pegawai PT [.................................] yang sudah menduduki jabatan sebagai [......] berhak untuk mendapatkan fasilitas transportasi kerja berupa kendaraan [..................].

PIHAK PERTAMA memberikan fasilitas kendaraan [............] tersebut dengan status pinjam pakai kepada PIHAK KEDUA sesudah diangkat oleh PIHAK PERTAMA menjadi [...............] PT [.........................].

Sehubungan dengan hal-hal tersebut maka kedua belah pihak sepakat untuk membuat perjanjian pinjam pakai kendaraan dengan ketentuan sebagai berikut.

PASAL 1

1. PIHAK PERTAMA bersedia meminjamkan kepada PIHAK KEDUA sebuah kendaraan [..............] merek [.....................] pembuatan tahun [.............], dan warna [..................] sebagaimana tercatat dalam BPKB.
2. Selama jangka waktu pinjam-pakai ini, PIHAK PERTAMA membebaskan PIHAK KEDUA dari kewajiban membayar dalam bentuk apa pun sebagai sewa atas kendaraan tersebut.

PASAL 2

Segala kelengkapan atau aksesori kendaraan [............] tersebut di atas dapat dipakai oleh PIHAK KEDUA asal tidak mengurangi nilai dan jumlahnya.

PASAL 3

1. Selama memakai kendaraan tersebut dan aksesorinya, PIHAK KEDUA harus memelihara dan menjaga kendaraan yang dipinjamkan itu dengan baik, sebagaimana layaknya kendaraan milik sendiri atas tanggungan biaya sendiri dan menggunakan kendaraan itu hanya sebagai kendaraan transportasi kerja PIHAK KEDUA.
2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan meminjamkan dan menyewakan kendaraan tersebut kepada pihak lain dengan alasan apa pun tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.

 PASAL 4

1. Apabila kendaraan tersebut rusak yang disebabkan oleh kelalaian PIHAK KEDUA maka seluruh kerugian tersebut menjadi tanggungan biaya PIHAK KEDUA sendiri.
2. Jika kendaraan tersebut hilang selama dalam jangka waktu pinjam pakai maka PIHAK KEDUA wajib mengganti kendaraan tersebut dengan merek dan tipe serta tahun pembuatan yang sama.

PASAL 5

1. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan memindahkan sebagian atau seluruh aksesori kendaraan ke pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK PERTAMA.
2. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan mengubah bentuk dan atau fungsi serta warna kendaraan tersebut.

PASAL 6

Semua biaya perbaikan kendaraan dan aksesori selama digunakan oleh PIHAK KEDUA menjadi tanggungan dan biaya PIHAK KEDUA sendiri. Biaya lain seperti pajak yang dibebankan atas mobil tersebut tetap menjadi tanggungan PIHAK PERTAMA.

PASAL 7

1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani dan berakhir pada saat PIHAK KEDUA tidak lagi menduduki jabatan sebagai [..............................].
2. Ketentuan pada ayat 1 sebagaimana tersebut di atas tidak mengurangi hak PIHAK PERTAMA tanpa melalui proses di pengadilan menghentikan perjanjian pinjam-pakai tersebut sewaktu-waktu apabila PIHAK PERTAMA mempunyai alasan yang kuat sesuai dengan pertimbangan PIHAK PERTAMA, atau dengan alasan PIHAK PERTAMA menghendaki menggunakan kendaraan tersebut dan asesorinya itu untuk pihak ketiga, atau bilamana PIHAK KEDUA melanggar salah satu syarat perjanjian ini, tanpa uang ganti kerugian kepada PIHAK KEDUA dalam hal ini maka kedua belah pihak setuju untuk menyimpang dari ketentuan-ketentuan PASAL 1266 dan 1267 KUH Perdata.

PASAL 8

1. PIHAK PERTAMA menjamin bahwa mobil yang dipinjam pakaikan kepada PIHAK KEDUA adalah benar-benar mobil milik PIHAK PERTAMA dan tidak ada pihak lain yang ikut memiliki sebagian atau seluruh mobil tersebut.
2. PIHAK PERTAMA membebaskan PIHAK KEDUA dari segala tuntutan hukum dari pihak ketiga yang berkaitan dengan status kepemilikan kendaraan tersebut.

PASAL 9

Apabila PIHAK KEDUA akan pindah tempat tinggal maka PIHAK KEDUA wajib memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA perihal kepindahan tersebut. Atas pertimbangan PIHAK PERTAMA sendiri, PIHAK PERTAMA dapat menarik kembali kendaraan tersebut dari PIHAK KEDUA.

PASAL 10

1. Segala kewajiban dari PIHAK PERTAMA yang berkaitan dengan akibat dari pemakaian kendaraan tersebut wajib dijalankan oleh PIHAK KEDUA termasuk membebaskan PIHAK PERTAMA dari tuntutan denda dan lain-lain dari pihak ketiga.
2. Pelanggaran dan konsekuensi tentang hal-hal sebagaimana disebut pada ayat 1 ditanggung sepenuhnya oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 11

Penyerahan kendaraan dan seluruh asesorisnya yang dipinjamkan tersebut kepada PIHAK KEDUA terjadi pada tanggal saat perjanjian ini ditandatangani dalam keadaan baik dan sudah diterima oleh PIHAK KEDUA.

PASAL 12

Penyerahan saat pinjam-pakai ini berakhir atau bila PIHAK PERTAMA mengambil kembali kendaraan tersebut beserta aksesorinya maka PIHAK KEDUA tidak dapat melakukan penuntutan ganti rugi kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 13

Perjanjian ini dibuat rangkap 2 di atas kertas bermaterai cukup untuk masing-masing pihak yang mempunyai kekuatan hukum yang sama dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya unsur paksaan dari pihak mana pun.

Dalam kaitannya dengan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat memilih domisili yang umum dan tetap di kantor Panitera Pengadilan Negeri [........................................]

PIHAK PERTAMA                                                   PIHAK KEDUA
[..........................................]                     [......................................]

SAKSI-SAKSI:
1. [.....................]
2. [.....................]

Categories: Uncategorized Tags:

SURAT PERMOHONAN PENDAFTARAN HAK MILIK

May 23rd, 2013 No comments

Surat Permohonan Pendaftaran Hak Milik

 

PERMOHONAN  PENDAFTARAN HAK MILIK

 

 

Kepada Yth:

Bapak Kepala Kantor Pertanahan

__________________________

Di ________________________

 

 

Dengan hormat,

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

 

Nama                           : ……………………………………………………………………………..

Tanggal lahir               : ……………………………………………………………………………..

Pekerjaan                     : ……………………………………………………………………………..

Kewarganegaraan       : ……………………………………………………………………………..

Tempat Tinggal           : ……………………………………………………………………………..

 

Dalam hal ini bertindak sebagai kuasa dari:

 

Nama                           : ……………………………………………………………………………..

Tanggal lahir               : ……………………………………………………………………………..

Pekerjaan                     : ……………………………………………………………………………..

Kewarganegaraan       : ……………………………………………………………………………..

Tempat Tinggal           : ……………………………………………………………………………..

 

Berdasarkan surat kuasa Tanggal _____ Nomor _____ , dengan ini mengajukan permohonan pendaftaran Hak Milik atas bidang tanah untuk rumah tinggal yang terletak di:

Jalan                            : ……………………………………………………………………………..

Desa/Kelurahan           : ……………………………………………………………………………..

Kecamatan                  : ……………………………………………………………………………..

Kabupaten                   : ……………………………………………………………………………..

Propinsi                       : ……………………………………………………………………………..

 

Yang semula terdaftar sebagai Hak Guna Bangunan/Hak Pakai Nomor: _____/_____.

 

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional tanggal 26 Juni 1998 Nomor 6 Tahun 1998 tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah Untuk Rumah Tinggal.

 

Untuk melengkapi permohonan dimaksud, bersama ini kami lampirkan:

 

1.   Sertifikat Hak Guna Bangunan / Hak Milik Nomor: _____/_____.

 

2.   Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan Nomor: _____/Surat Keterangan Kepala Desa bahwa bangunan tersebut adalah untuk rumah tinggal (karena Izin Mendirikan Bangunan tidak/belum dikeluarkan oleh yang  berwenang).

 

3.   Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) No. _____/Paspor No. _____.

 

4.   Fotokopi SPPT-PBB tahun _____.

 

5.   Surat Pernyataan dari pemohon bahwa dengan perolehan Hak Milik ini yang bersangkutan akan mempunyai Hak Milik atas tanah untuk rumah tinggal tidak lebih dari 5 (lima) bidang yang seluruhnya meliputi luas tidak lebih _____ m2 (_____ meter persegi).

 

Untuk permohonan pendaftaran Hak Milik tersebut, kami bersedia memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh Pemerintah.

_____,______

Hormat Kami,

                                                                                                                           Pemohon

                                                                                    (_________)

Categories: Uncategorized Tags: